Kanker serviks adalah kanker yang terjadi pada organ serviks (atau yang dikenal juga sebagai mulut rahim). Mulut rahim atau leher rahim adalah pintu masuk rahim dari vagina. Pada tahap awal, kanker serviks biasanya tidak memberikan gejala, sehingga seringkali pasien datang sudah dalam stadium lanjut. Oleh karena itu sangatlah penting bagi para wanita untuk melakukan early detection atau early screening kanker serviks.
Menurut data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2013, kanker serviks merupakan penyakit kanker dengan angka prevalensi tertinggi di Indonesia, bahkan di atas kanker payudara.
Kanker serviks biasanya tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Tapi pada tahap lanjut, kanker serviks dapat memberikan gejala seperti: flek perdarahan (terutama setelah berhubungan seksual), keputihan yang terus menerus dan berbau, dan nyeri saat buang air kecil atau saat berhubungan seksual.
Penyebab kanker serviks
Kanker serviks disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus). Virus ini paling banyak ditularkan melalui hubungan seksual. Virus HPV ada banyak tipenya bahkan ratusan, namun yang perlu mendapatkan perhatian adalah HPV tipe 16 dan 18, karena kedua strain virus tersebut yang bertanggung jawab terhadap sekitar 70% kasus dari semua kasus kanker serviks.
HPV tipe 16 dan 18 akan merusak tatanan sel di organ serviks dan inilah yang akan menjadi awal terjadinya kanker. Namun perlu diketahui juga bahwa tidak semua infeksi HPV menyebabkan kejadian kanker serviks. Infeksi HPV dapat juga menimbulkan kutil (warts) pada kulit, yang biasanya banyak ditemukan di sekitar daerah ano-genital(dekat organ kemaluan dan pantat).
Apakah yang menjadi faktor risiko seorang wanita terkena kanker serviks?
Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan angka kejadian kanker serviks adalah:
- Berganti-ganti pasangan seksual. Hal ini disebabkan karena penularan virus HPV paling banyak terjadi melalui kontak seksual.
- Merokok. Penelitian menyebutkan bahwa wanita perokok memiliki risiko dua kali lipat lebih tinggi untuk mengalami kanker serviks.
- Memiliki banyak anak. Wanita yang sering melahirkan akan memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang tidak memiliki anak.
- Konsumsi pil kontrasepsi dalam jangka waktu lama.
Karena penyebab tertinggi penularan virus HPV adalah penularan melalui hubungan seksual, maka beberapa hal yang bisa diperhatikan sebagai langkah pencegahan adalah:
- Penggunaan alat kontrasepsi. Alat kontrasepsi dapat melindungi Anda dari penularan virus HPV. Walaupun tidak memberikan proteksi 100%, tapi dapat mengurangi risiko penularan HPV.
- Tidak berganti-ganti pasangan seksual.
- Selain itu, penting juga untuk berhenti merokok. Karena selain menurunkan risiko kanker serviks, dengan berhenti merokok seseorang juga akan mendapatkan banyak manfaat yang lebih baik bagi kesehatan pribadinya.
Pentingnya deteksi dini kanker serviks
Langkah pencegahan lainnya yang sangat penting adalah early screening, atau deteksi dini kanker serviks. Setiap wanita yang telah menikah atau telah aktif berhubungan seksual, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan deteksi dini kanker serviks. Pemeriksaan pap smear dianjurkan untuk dilakukan minimal tiap tiga tahun, atau bagi wanita di atas usia 50 tahun, minimal setiap lima tahun sekali.
Screening kanker serviks, atau yang dikenal juga dengan sebutan pap smear, adalah metode pemeriksaan dimana dilakukan swab dari organ serviks (mulut rahim), lalu hasil nya diperiksa di laboratorium untuk melihat struktur sel-sel di organ serviks. Sel-sel yang abnormal memiliki potensi untuk berubah menjadi sel kanker.
Hasil pap smear yang abnormal tidak selalu berarti bahwa terjadi kanker serviks. Tetapi deteksi dini sel yang abnormal dapat memberikan warning awal untuk dilakukan langkah diagnosa lebih lanjut. Infeksi pada organ serviks juga dapat memberikan hasil abnormal pada pemeriksaan pap smear.
Vaksin kanker serviks pentingkah?
Pencegahan lainnya dikenal juga dengan istilah pencegahan primer, yaitu dengan pemberian vaksin. Vaksin HPV dapat diberikan kepada setiap wanita mulai usia 10 tahun hingga 55 tahun. Pemberian vaksin kanker serviks ini dapat menurunkan risiko terjadinya kanker serviks. Namun vaksinasi tidak menjamin bahwa seseorang tidak terkena kanker serviks. Oleh karena itu langkah pencegahan dalam bentuk screening secara teratur tetap perlu dilakukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar