Selasa, 19 Maret 2019

Latar Belakang MRT Jakarta


Jakarta adalah ibu kota Indonesia dengan penduduk sebanyak 9 juta jiwa. Diperkirakan bahwa lebih dari empat juta penduduk di daerah sekitar Jabodetabek menempuh perjalanan ke dan dari kota setiap hari kerja. Masalah transportasi semakin mulai menarik perhatian politik dan telah diprediksikan bahwa tanpa terobosan transportasi utama, kemacetan akan membanjiri kota dan akan menjadi kemacetan lalu lintas yang sangat parah sehingga kendaraan tidak bisa bergerak bahkan pada saat baru keluar dari garasi rumah pada tahun 2020.

Sejak tahun 1980 lebih dari dua puluh lima studi subjek umum dan khusus telah dilakukan terkait dengan kemungkinan sistem Mass Rapid Transit (MRT) di Jakarta. Salah satu alasan utama yang menunda penanggulangan masalah ini adalah krisis ekonomi dan politik 1997-1999. Sebelum krisis, sebuah Build-Operate-Transfer (BOT) yang dianggap sebagai bagian dari MRT baru melibatan sektor swasta. Setelah krisis, rencana mengandalkan BOT untuk menyediakan pembiayaan terbukti tidak layak dan proyek MRT kembali diusulkan sebagai skema yang didanai pemerintah.
Transportasi umum di Jakarta saat ini hanya melayani 56% perjalanan yang dilakukan oleh komuter sehari-hari. Angka ini sangat perlu untuk ditingkatkan sebagai kota dengan tingkat rata-rata tahunan pertumbuhan kendaraan bermotor sebesar 9,5% yang jauh melebihi panjang jalan antara 2005 dan 2010 dengan kenaikan hanya sebesar 0,01%.

Transportasi umum di Jakarta sekarang terutama terdiri dari berbagai jenis bus, mulai dari bemo yang sangat kecil dan mikrolet yang sedikit lebih besar, hingga mikrobus seperti MetroMini dan Kopaja, selain bus kota ukuran penuh serta sistem angkutan cepat bus Transjakarta. Terdapat juga taksi dengan roda dua (ojek) dan empat serta sistem Kereta Commuter Jabodetabek.

MELAWAN KORUPSI - Mengurai Sejarah Pemberantasan Korupsi di Indonesia

Perlu diketahui, bahwa selama periode 1951-1952, publik mulai jengkel dengan para pemimpin politik Indonesia karena bertikai terus menerus dan, akibatnya, gagal membereskan segala sesuatu. Berkenaan dengan kehidupan politik selama periode ini, Feith mengemukakan, “Di kantor-kantor pemerintahan mereka mendapati kemalasan, korupsi dan pertikaian klik…
di antara para elit politik, mereka mendapati lebih banyak lagi klik dan faksi, belum lagi gaya hidup glamor, pendakian kelas sosial dan keranjingan pesta koktail.”
Itulah petikan kalimat yang tertulis dalam buku Melawan Korupsi: Sejarah Pemberantasan Korupsi di Indonesia 1945-2014. Buku yang ditulis oleh Vishnu Juwono itu menjadi topik utama dalam Sarasehan Pustaka KPK, Senin, 18 Maret 2019 bertempat di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
“Mari bersama-sama kita kilas balik bagaimana sejarah pemberantasan korupsi di Indonesia, sejak merdeka hingga kini,” ujar Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif, yang menjadi narasumber bersama 3 orang lainnya yaitu Sekjen Transparancy International Indonesia Dadang Tri Sasongko, pengamat politik Philips J. Vermonte, dan penulis buku Vishnu Juwono.

Laode mengapresiasi buku yang ditulis oleh Vishnu Juwono karena dengan gamblang berhasil mengurai sejarah pasang-surut pemberantasan korupsi di Indonesia. Laode berharap dengan adanya buku ini, generasi penerus negeri tidak mengulangi kesalahan para pendahulu mereka yang selalu gamang dalam menggelorakan semangat antikorupsi lantaran dihadang oleh benturan kepentingan-kepentingan yang lain.
“Buku ini akan menuntun negeri ini agar kita tidak seperti keledai yang jatuh pada lubang yang sama,” tambahnya.

Pada kesempatan berikutnya, Visnu sang penulis mengungkapkan isi buku. Dalam buku tersebut, Vishnu menelaah upaya pemberantasan korupsi dan reformasi tata kelola pemerintahan di tingkat nasional dengan fokus utama pada kebijakan pemerintah dari periode Sukarno hingga akhir periode Susilo Bambang Yudhoyono.
“Karya ini menelaah akar, sebab dan dinamika korupsi di bawah para pemimpinnya terdahulu,” ujarnya.

Vishnu juga menceritakan bahwa Indonesia pernah berada pada kondisi publik mulai tidak percaya dengan pemerintahan. Kondisi demikian terjadi di Indonesia pada kurun waktu 1951-1952. Publik mulai jengkel dengan para pemimpin lantaran hanya mengurusi kepentingan partainya.

“Pekerjaan pemerintahan pada saat itu gagal diselesaikan. Presiden RI Soekarno akhirnya menunjuk Wilopo sebagai formatur. Dengan susunan kabinet yang dibentuknya, Kabinet Wilopo melakukan upaya reformasi birokrasi,” kisahnya.
Menurut Vishnu, ada pembelajaran yang dapat diambil dari peristiwa tersebut. Saat itu Wilopo melakukan pemangkasan drastis terhadap belanja pemerintah dan menghapus pemborosan yang tidak perlu. Sehingga kala itu Presiden Soekarno jarang melakukan kunjungan kenegaraan lagi.
“Hal ini bisa menjadi contoh dalam upaya reformasi birokrasi,” pungkasnya.
(Humas) - Berita KPK

Sabtu, 16 Maret 2019

20 Alasan Perlunya Minum Air Lemon Secara Teratur Setiap Hari


Deskripsi

Ini Dia 20 alasan perlunya minum air lemon secara teratur setiap hari.

aturan minum
2sdm + 150ml air setiap kali minum

1 Gelas air lemon bermanfaat untuk:

1. Menurunkan resiko stroke, menurut American Heart Association
2. Membersihkan kulit dan mengurangi tanda-tanda penuaan, termasuk mengurangi tanda-tanda garis halus dan kerutan
3. Bertindak sebagai detoks dan membersihkan menurut sebuah penelitian tentang kemampuan air lemon untuk meningkatkan fungsi alami hati
4. Meningkatkan suasana hati (good mood) dan keseimbangan emosi
5. Mampu menyeimbangkan kadar pH dalam tubuh
6. Mengurangi peradangan sendi dan bertindak sebagai pereda nyeri ringan
7. Mempercepat pemulihan dari hangover
8. Menekan nafsu makan dan membantu menurunkan berat badan
9. Menghilangkan ketidaknyamanan karena sembelit
10. Menyegarkan napas
11. Melancarkan sistem pernapasan
12. Mengurangi infeksi saluran kemih
13. Mencegah dehidrasi dan kelelahan adrenal
14. Mengatur metabolisme Tubuh
15. Meningkatkan kemampuan otak
16. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
17. Mengurangi penumpukan lendir
18. Membilas organ internal dan menjadikannya berfungsi secara optimal
19. Meningkatkan efisiensi sistem pencernaan
20. Membantu mencapai tujuan sehat secara keseluruhan


Penjelasan Knowledge Produk Lemona

Lemona merupakan lemon asli tanpa campuran air, pengawet (benzoat), zat pewarna, gula dan zat kimia.